Selasa, 24 Mei 2016

Potensi dan Masalah Kabupaten Pacitan



Berbagai potensi investasi yang terdapat di Kabupaten Pacitan dapat dipergunakan untuk meningkatkan daya saing daerah, yang dalam pengelolaannya harus memperhatikan aspek-aspek lingkungan. Diantara potensi-potensi tersebut adalah bahan tambang, pariwisata, dan perikanan.
Berbagai jenis dan potensi tambang yang ada di wilayah Kabupaten Pacitan sesuai Undang–undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, adalah sebagaimana tabel berikut:
Jenis dan Potensi Tambang di Kabupaten Pacitan
Berdasarkan UU No. 4 Tahun 2009
NO
BAHAN GALIAN
LOKASI
SUMBER DAYA/ CADANGAN
KEGUNAAN
BATUBARA
1.
Batubara
Kecamatan Tulakan (Desa Jatigunung,Desa Gasang, Desa Kalikuning), Kecamatan Kebonagung (Desa Ketepung), Kecamatan Punung (Desa Mendolo Kidul)
Sumberdaya Tertunjuk = 78.066,52 ton
Energi (bahan bakar non migas), kimia

MINERAL LOGAM
1.
TIMAH PUTIH
Kecamatan Ngadirojo (Desa Tanjung Lor)
Perlu penelitian lebih lanjut
Solder, elektronik, campuran logam
2.
NIKEL
Kecamatan Ngadirojo (Desa Pagerejo)
Perlu penelitian lebih lanjut
Campuran logam tahan karat dan tahan tekanan tinggi
3.
TIMAH HITAM
Kecamatan Ngadirojo (Gn. Tileng), Kecamatan Tulakan (Desa Kluwih)
Potensi dan Kualitas perlu penelitian lebih detail
Aki, pelindung radiasi,  cat, peluru
4.
MANGAAN

Kecamatan Tegalombo        (Desa Kemuning, Desa Tahunan), Kecamatan Nawangan (Desa Mujing), Kecamatan Bandar (Desa Kledung)
Kemuning (Mn 6,04 – 10,2%)
Kledung (Mn 47,4 – 52,6 %)
Campuran dalam proses pembuatan baja

5.
TEMBAGA

Kecamatan Pacitan, Kecamatan Tagalombo

Potensi dan Kualitas perlu penelitian lebih detail
Alat-alat elektronik

6.
SENG
Kecamatan Ngadirojo
Potensi dan Kualitas perlu penelitian lebih detail
Penahan korosi, bahan bangunan
7.
EMAS

Kecamatan Ngadirojo, Kecamatan Tegalombo, Kecamatan Punung, Kecamatan Arjosari, Kecamatan Pringkuku, Kecamatan Nawangan, Kecamatan Tulakan, Kecamatan Bandar (Gn. Gembes)
Potensi dan Kualitas perlu penelitian lebih detail
Gn. Gembes tonase batu 2.880.000 ton dengan kadar Au rata-rata 0,39 ppm
Peralatan tahan karat, perhiasan

8.
PASIR BESI

Kecamatan Ngadirojo (Pantai Pucung Desa Sidomulyo) Kecamatan Donorojo (Pantai Ngiroboyo Desa Sendang)
Cad tertunjuk 2.440,32 m³ (luas = 2,847 Ha); Kadar Fe = 45,9%Cad tertunjuk 7.325,64 m³ (luas = 11,02 Ha); Kadar Fe = 41,9%
Bahan dasar pembuatan logam

9.
BATU BESI

Kecamatan Kebonagung (Desa Plumbungan, Kecamatan Pacitan (Desa Kembang), Kecamatan Tegalombo (Desa Kasihan)
Potensi dan Kualitas perlu penelitian lebih detail
Industri berat, peralatan logam, baja, otomotif
MINERAL BUKAN LOGAM
1.
BATU GAMPING
Kecamatan Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kecamatan Punung, Kecamatan Ngadirojo, Kecamatan Pacitan
Sumberdaya tereka = 4.055.055.829 ton (luas 7.372, 62 Ha)

Semen, kapur pertanian, pengeras logam, gelas
2.
DOLOMIT
Kecamatan Pringkuku
Sumberdaya tereka = 16.000.000 m³
Kertas, baja, pembuatan gas karbondioksida
3.
GYPSUM

Kecamatan Tagalombo, Kecamatan Nawangan
Perlu penelitian lebih lanjut

Pupuk, semen, farmasi dan kedokteran
4.
BENTONIT

Kecamatan Donorojo, Kecamatan Punung, Kecamatan Tulakan, Kecamatan Pringkuku, Kecamatan Tegalombo
Sumberdaya tereka = 70.000.000 m³
Penjernih minyak goreng, lumpur pemboran, industri refraktori
5.
KALSIT
Kecamatan Pacitan, Kecamatan Pringkuku, Kecamatan Punung, Kecamatan Tulakan, Kecamatan Donorojo
Sumberdaya tereka = 1.220.175 ton
Karet, cat, bahan dempul, campuran adonan keramik
6.
ZEOLIT

Kecamatan Bandar (Desa Bangunsari),Kecamatan Pringkuku (Desa Tamansari)
Sumberdaya tereka = 1.020.510 ton
(luas 59.100 Ha)
Batu hias, pelapis dinding
7.
OKER

Kecamatan Tegalombo, Kecamatan Bandar
Perlu penelitian lebih lanjut
Bahan warna cat, tinta, karet dan kertas
8.
PHOSFAT

Kecamatan Donorojo, Kecamatan Pringkuku, Kecamatan Ngadirojo
Perlu penelitian lebih lanjut
Bahan pupuk alam dan pupuk buatan
9.
FELDSPAR
Kecamatan Tulakan, Kecamatan Arjosari , Kecamatan Punung, Kecamatan Sudimoro, Kecamatan Pacitan
Sumberdaya tereka = 119.600.000 ton (luas 9.500 Ha)
Kaca, gelas, isolator, industri batu hias
10.
KAOLIN
Kecamatan Bandar, Kecamatan Punung, Kecamatan Tagalombo, Kecamatan Pringkuku, Kecamatan Arjosari
Sumberdaya tereka = 9.000.000 m³
Keramik, cat, kertas, sabun, pestisida
11.
PASIR KUARSA
Kecamatan Tegalombo, Kecamatan Ngadirojo, Kecamatan Donorojo, Kecamatan Pacitan
Perlu penelitian lebih lanjut
Semen, keramik, kaca, gelas
12.
TOSEKI
Kecamatan Arjosari, Kecamatan Nawangan
Perlu penelitian lebih lanjut
Bahan keramik halus, porselen
13.
PIROPHYLIT
Kecamatan Arjosari, Kecamatan Nawangan
Sumberdaya tereka = 4.800.000 ton(luas 29 Ha)
Bahan tahan api, keramik, campuran kosmetik
14.
FOSIL KAYU
Sepanjang alur sungai
Perlu penelitian lebih lanjut
Batu hias tanaman, kerajinan, perhiasan
15.
KALSEDON / AGATE
Sepanjang alur sungai
Perlu penelitian lebih lanjut
Kerajinan tangan, batu perhiasan
16.
KRISTAL KUARSA
Kecamatan Nawangan
Perlu penelitian lebih lanjut
Batu perhiasan
17.
RIJANG
Kecamatan Punung, Kecamatan Ngadirojo
Perlu penelitian lebih lanjut
Batu hias, perhiasan
18.
JASPER
Kecamatan Donorojo, Kecamatan Tegalombo, Kecamatan Pacitan
Perlu penelitian lebih lanjut
Perhiasan
BATUAN
1.
BALLCLAY

Kecamatan Punung, Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Tegalombo, Kecamatan Tulakan, Kecamatan Ngadirojo
Perlu penelitian lebih lanjut
Keramik halus dan porselen
2.
MARMER

Kecamatan Tulakan, Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Sudimoro

Sumberdaya tereka = 77.000.000 m³ (luas 300 Ha)
Kaca, gelas, isolator, industri batu hias
3.
SIRTU

Sungai Grindulu, Sungai Brongkah, Sungai Pacitan, Sungai Lorok, Sungai Watugaleng, Sungai Tumpuk
Sumberdaya di sepanjang sungai

Bahan bangunan

4.
BATUAN BEKU
Kecamatan Nawangan, Kecamatan Ngadirojo, Kecamatan Pacitan, Kecamatan Tulakan
Sumberdaya tereka = 10.000.000 m³
Bahan bangunan, ornamen, batu hias
5.
TRASS

Kecamatan Tulakan, Kecamatan Kebonagung
Perlu penelitian lebih lanjut
Semen, batako, tanah urug
6.
LEMPUNG/TANAH LIAT
Kecamatan Tegalombo, Kecamatan Tulakan, Kecamatan Pacitan, Kecamatan Kebonagung
Perlu penelitian lebih lanjut
Industri bata, bahan peralatan tahan api
Sumber: Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Pacitan

Di bidang pariwisata potensi yang terdapat di Kabupaten Pacitan diantaranya wisata pantai, wisata goa, wisata sejarah/budaya, wisata spiritual dan wisata rekreasi. Lebih jelasnya disajikan pada tabel berikut ini:
Potensi Pariwisata di Kabupaten Pacitan

NO
JENIS WISATA
LOKASI
JARAK DARI PUSAT KOTA
1
Wisata Pantai
Pantai Klayar
53 Km


Pantai Srau
20 Km


Pantai Watukarung
15 Km


Pantai Sidomulyo
50 Km


Pantai Teleng Ria
2,5 Km
2
Wisata Goa
Goa Gong
30 Km


Goa Tabuhan
31 Km


Goa Putri
28 Km


Luweng Jaran
33 Km
3
Wisata Sejarah / Budaya
Monumen Panglima Besar Jendral Soedirman
50 Km


Monumen Tumpak Rinjing
9,5 Km
4
Wisata Spiritual
Makam Kanjeng Jimat
0,5 Km


Padepokan Gunung Limo
20 Km
5
Wisata Rekreasi
Pemandian Air Hangat
15 Km
Sumber: Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kab. Pacitan
Disamping potensi wisata yang telah berkembang dan dikenal masyarakat, pemerintah juga terus menggali potensi yang lain sehingga dapat meningkatkan PAD.
Potensi perikanan di Kabupaten Pacitan di dominasi oleh perikanan laut, hal ini dikarenakan 7 (tujuh) Kecamatan di Kabupaten Pacitan berada di pesisir laut selatan dengan panjang pantai kurang lebih 70,09 kilometer. Produksi laut berikut ditunjang oleh keberadaan Tempat Pendaratan Ikan (TPI) serta Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) yang berada di Teluk Pacitan. Perkembangan produksi perikanan laut mulai tahun 2007 s/d 2011 dapat disajikan pada tabel berikut:
Jumlah Hasil, Nilai Produksi Laut, Nelayan Serta Alat Tangkap
Kabupaten Pacitan Tahun 2009 s/d 2013
NO
URAIAN
TAHUN
2009
2010
2011
2012
2013
1
Produksi Laut Kab. Pacitan (ton)
4.555
4.186
6.286
6.252
7.822

a. Kec. Donorojo
18
49
12
22
20

b. Kec. Pringkuku
406
331
224
98
61

c. Kec. Pacitan
3.671
3.896
5.299
5.340
6.930

d. Kec. Kebonagung
128
18
116
126
163

e. Kec. Tulakan
96
80
61
79
57

f. Kec. Ngadirojo
216
535
535
542
542

g. Kec. Sudimoro
16
144
37
43
46
2
Nilai Produksi Laut Kab. Pacitan (Rp.000)
30.455.971
31.778.207
40.798.740
56.269.575
65.597.698

a. Kec. Donorojo
505.245
569.850
137.820
198.837
481.020

b. Kec. Pringkuku
3.022
2.049.046
1.383.210
882.297
854.207

c. Kec. Pacitan
24.989.764
24.593.682
33.447.843
48.061.413
55.713.488

d. Kec. Kebonagung
1.655.411
293.970
1.877.443
1.137.600
3.918.973

e. Kec. Tulakan
1.136.594
939.086.
717.623
717.183
419.306

f. Kec. Ngadirojo
1.822.991
2.999.307
2.901.233
4.883.454
3.467.205

g. Kec. Sudimoro
342.944
1.272.352
333.568
388.791
743.499
3
Jumlah Nelayan Kab. Pacitan (orang)
4.169
3.792
3.840
3.898
4.852

a. Kec. Donorojo
125
125
125
125
240

b. Kec. Pringkuku
673
681
681
681
681

c. Kec. Pacitan
1.765
1.413
1.413
1.471
2.310

d. Kec. Kebonagung
746
754
754
754
754

e. Kec. Tulakan
164
164
164
164
164

f. Kec. Ngadirojo
460
427
470
470
470

g. Kec. Sudimoro
236
236
233
233
233
4
Jumlah Kapal Kab. Pacitan (buah)
1.524
1.460
1.473
1.519
1.522

a. Kec. Donorojo
6
7
7
7
10

b. Kec. Pringkuku
215
218
218
223
223

c. Kec. Pacitan
435
414
396
424
424

d. Kec. Kebonagung
326
326
327
332
332

e. Kec. Tulakan
100
59
59
60
60

f. Kec. Ngadirojo
346
344
365
369
369

g. Kec. Sudimoro
96
95
101
104
104
5
Jumlah Pemilik Perahu (unit)
982
944
1.115
1.161
1.164

a. Kec. Donorojo
4
7
7
7
10

b. Kec. Pringkuku
82
82
218
223
223

c. Kec. Pacitan
263
263
270
298
298

d. Kec. Kebonagung
300
300
301
306
306

e. Kec. Tulakan
100
59
59
60
60

f. Kec. Ngadirojo
142
142
163
167
167

g. Kec. Sudimoro
91
91
97
100
100
6
Jumlah Alat Tangkap Kab. Pacitan (unit)
62.972
62.946
65.842
66.657
66.673

a. Parel
3.475
3.475
3.530
3.635
3.635

b. Gillnet
659
688
699
704
714

c. Gondrong
1.327
1.265
1.320
1.520
1.520

d. Purse Seine
15
23
21
26
32

e. Payang
44
44
56
56
56

f. Pancing
12.639
12.682
15.182
15.482
15.482

g. Pukat Pantai
2
2
2
2
2

h. Krendet
44.813
44.767
45.032
45.232
45.232
Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pacitan
Masalah yang terdapat pada Kabupaten :
                Tingginya Anka Kemiskinan
                Angka kemiskinan di Kabupaten Pacitan masih tergolong tinggi dikarenakan masih berada di atas angka kemiskinan nasional. Namun demikian selama 4 tahun terakhir jumlah penduduk miskin terus mengalami penurunan. Jumlah penduduk miskin pada tahun 2006 mencapai 26,94 % menurun menjadi 24,74% di tahun 2007. Pada tahun 2008 sebesar 21,17% dan pada tahun 2009 menurun menjadi 19,01%.
                Tingginya Angka Pengangguran
                SEcara umum terjadinya pengangguran dapat disebabkan beberapa faktor anttara lain terbatasnya jumlah lapangan kerja yang tesedia, pertumbuhan penduduk yang relatif cepat, iklim usaha yang kurang kondusif, terjainya pemulangan tenaga kerja dari luar negeri, kualitas SDM yang tidak linier dengan tingak pendidikan yang dicapai maka lebih memilih menjadi urban oriented disbanding rural oriented. Sementara akibat dari tingginya tingkat pengangguran adalah ketidakstabilan sosial ekonomi. Pada 4 tahun terakhir angka pengganguran mengalami penurunan dari 2006 6,1% menjadi 2,72% di tahun 2007 pada 2008 menjadi 3,1% dan pada 2009 kembali penurunan menjadi 1,32%.
                Belum Optimalnya Pengelolaan Potensi SDA
                Karena terbatasnya kemampuan SDM serta kuantutas maupun kualitas infrastruktur yang dimiliki maka potensi sumber daya alam yang ada di pacitan belum dapat dikelola secara optimal. Selama ini potensi SDA lebih banyak dijual keluar daerah dalam bentuk bahan baku sehingga belum memberikan nilai yang tinggi bagi perekonomian daerah. Oleh karenanya sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah produksi sumber daya alam diperlukan investasi dalam berbagai bidang dengan tetap bertumpu pada pengembangan potensi lokal dan kegiatna ekonomi masyarakat.
                Rendahnya Aksesbilitas dan Kualitas Pendidikdan Kesehatan
                SDM yang berkualitas merupakan salah satu penentu keberhasilan pembangunan daerah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM adalah pendidikan dan peningkatan pelayanan kesehatan. PBB telah menetapkan Milenium Developmnet Goals dengan tujuan pembangunan millennium yang salah satunya adalah semangat untuk mengurangi jumlah kemiskinan dan pengangguran serta pemenuhan hak dasar manusia, seperti memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
                Terbatasnya Akses Masyarakat Terhadap Fasilitas dan Pelayanan Publik
                Kondisi pelayanan public sampai saat ini masih diwarnai oleh pelayanan yang sulit diaskes, prosedur yang berbelit – belit, biaya yang tidak jelas serta terjadinya praktek pungli, yang semuanya merupakan indicator rendahnya kualitas pelayanan public. Pada dasarnya pemerintah melalui regulasi yang ada telah melakukan berbagai upaya agar menghasilkan pelayanan yang lebih cepat, tepat, manusiawi, murah, tidak diskriminatif, dan transparan. Dengan ditetapkannya UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
                Kurang  Memadainya Kondisi Infrastuktur
                Keberadaan sarana danprasaran infrastruktur yang baik mutlak sangat diperlukan dalam pembangunan daerah, sehingga akses informasi dan komunikasi serta distribusi barang dan jasa dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat karena semua masyarakat mempunyai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang serta maju bersama sehungga dapat mengurangi tingkat kesenjangan antar wilayah. Dimana infrastruktur daerah tidak hanya terbatas infrastruktur transportasi khususnya jalan dan jembatan, namun juga meliputi infrastruktur lainnya seperti perumahan dan permukiman, air bersih, kebersihan, listrik, dan telekomunikasi.
                Masih Terbatasnya Akses Masyarakat Terhadap Air Bersih
                Kondisi geografis Pacitan yang didominasi oleh pegunungan dan perbukitan, serta pegunungan karst menyebabkan terbatasnya sumber air khususnya air bawah tanah. Akibatnya pada musim kemarau banyak terjadi kekeringan yang menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk hariannya. Salah satu cara mengatasi ini adalah dengan cara mengoptimalkan pengelolaan air permukaanyang berasal dari air hujan, baik yang terkumpul di sungai maupun embung serta instalasi penampungan ar hujan.
                Terdapatnya Kawasan Rawan bencana Alam

1 komentar:

  1. Is merit casino safe or fake?
    Is merit casino legit or fake? · What is the probability that a casino 우리카지노 is legit and/or 메리트카지노 scam-free? · What is the probability that it vua nhà cái is a good

    BalasHapus