Selasa, 24 Mei 2016

Kondisi Eksisting Wilayah

Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Pacitan antara hasil Sensus Penduduk tahun 2000 (SP2000) dan hasil Sensus Penduduk tahun 2010 (SP2010) atau selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir adalah sebesar 0,28%. Hal ini masih relatif rendah apabila dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk Jawa Timur yang sebesar 0,75% dan Nasional sebesar 1,49%. Laju pertumbuhan kesejahteraan masyarakat tidak selalu tergantung pada pertumbuhan ekonomi, akan tetapi juga dipengaruhi oleh laju pertumbuhan penduduk. Jumlah penduduk di Kabupaten Pacitan pada tahun 2008 sebanyak 557.029 jiwa yang terdiri dari laki-laki 273.884 jiwa dan perempuan 283.145 jiwa, sementara pada tahun 2009 berjumlah 558.644 jiwa dan dari hasil SP2010 jumlah penduduk Kabupaten Pacitan tahun 2010 tercatat sebesar 540.881 jiwa yang terdiri dari 264.112 laki-laki dan 276.769 perempuan. Distribusi penduduk di Kabupaten Pacitan berdasarkan hasil SP2010 terbesar berada di Kecamatan Tulakan yaitu sebesar 14,30%, yang di ikuti oleh Kecamatan Pacitan sebesar 13,5% sementara distribusi terkecil adalah Kecamatan Pringkuku sebesar 5,49% dan Kecamatan Sudimoro yaitu sebesar 5,55%.
Rasio ketergantungan total pada tahun dasar 2010 di Kabupaten Pacitan sebesar 51,29, yang artinya bahwa setiap 100 orang yang berusia kerja (dianggap produktif) mempunyai tanggungan sebanyak 51 orang yang belum produktif dan dianggap tidak produktif lagi. Rasio sebesar 51,29 ini disumbangkan oleh rasio ketergantungan penduduk muda sebesar 33,52, dan rasio ketergantungan penduduk tua sebesar 17,77.
Jika dibandingkan dengan data hasil SP2000 bulan Juni yang jumlah penduduknya sebanyak 525.758 jiwa, maka selama satu dekade jumlah penduduk Kabupaten Pacitan bertambah sebanyak 15.123 jiwa atau mencatat laju pertumbuhan penduduk rata-rata sekitar 0,28% per tahun. Adanya perbedaan jumlah berdasarkan hasil SP2010 dibandingkan dengan hasil estimasi data jumlah penduduk tahun 2006 s/d 2009 pada survei BPS (Susenas), dimungkinkan pada saat dilakukan SP2010 banyak penduduk yang secara de facto berada di luar Kabupaten Pacitan. Sedangkan pertumbuhan penduduk selama 2 (dua) tahun terakhir ini sebesar 0,23%.
Aspek Kesejahteraan Masyarakat
Jika dibandingkan dengan data hasil SP2000 bulan Juni yang jumlah penduduknya sebanyak 525.758 jiwa, maka selama satu dekade jumlah penduduk Kabupaten Pacitan bertambah sebanyak 15.123 jiwa atau mencatat laju pertumbuhan penduduk rata-rata sekitar 0,28% per tahun. Adanya perbedaan jumlah berdasarkan hasil SP2010 dibandingkan dengan hasil estimasi data jumlah penduduk tahun 2006 s/d 2009 pada survei BPS (Susenas), dimungkinkan pada saat dilakukan SP2010 banyak penduduk yang secara de facto berada di luar Kabupaten Pacitan. Sedangkan pertumbuhan penduduk selama 2 (dua) tahun terakhir ini sebesar 0,23%.
                Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
                Pada fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi dijelaskan indikator tentang pertumbuhan ekonomi, PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB), PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK), PDRB per kapita, Laju inflasi, infrastruktur perdagangan daerah, penduduk miskin, tingkat pengangguran dan Indeks Pembangunan Manunsia (IPM).
-          Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi riil atau biasa disebut sebagai pertumbuhan ekonomi merupakan besarnya tingkat kenaikan nilai PDRB ADHK. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pacitan selama periode tahun 2006 s/d 2009 terus mengalami peningkatan masing-masing sebesar 4,27% pada tahun 2006, tahun 2007 sebesar 5,16% dan tahun 2008 sebesar 5,57% serta tahun 2009 sebesar 6,07%. Sementara untuk tahun dasar 2010 mengalami peningkatan menjadi 6,53%. Sementara itu, sampai dengan realisasi tahun 2012 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pacitan sebesar 6,73%.
Hal ini menunjukkan adanya perbaikan perekonomian seiring dengan meningkatnya iklim investasi yang didukung stabilitas ekonomi yang semakin baik. Adapun trend pertumbuhan ekonomi dibandingkan dengan provinsi tahun 2006 s/d tahun 2010 adalah sebagaimana grafik berikut:
Pertumbuhan ini menunjukkan adanya nilai tambah dari berbagai aktivitas ekonomi atau masing-masing sektor yang berperan dalam pertumbuhan perekonomian Kabupaten Pacitan. Berdasarkan tabel tersebut, PDRB ADHK tahun 2006 mencapai Rp.1.234,18 milyar dan meningkat menjadi Rp.1.548,22 milyar pada tahun dasar 2010 atau meningkat rata – rata 5,09% per tahun. Sedangkan sampai dengan realisasi 2012 PDRB ADHK meningkat sebesar Rp.1.762,54 milyar.
-          PDRB Atas Dasar Harga Berlaku
PDRB ADHB merupakan salah satu indikator ekonomi yang memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai produk barang dan jasa yang diproduksi di suatu wilayah tertentu. Adapun pencapaian PDRB ADHB dengan masing-masing sektor di Kabupaten Pacitan adalah sebagai berikut:




PDRB ADHB tahun 2010 sebesar Rp.3.353 milyar tumbuh 12,29% dibanding tahun 2009 sebesar Rp.2.986 milyar, dengan nilai tambah bruto terbesar disumbangkan oleh sektor pertanian sebesar 38,04%, sektor pertambangan dan penggalian sebesar 3,33%, sektor industri pengolahan sebesar 3,82%, sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 1,12%, sektor bangunan/konstruksi sebesar 8,18%, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 12,34%, sektor angkutan dan komunikasi sebesar 6,58%, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 7,86% dan sektor jasa-jasa sebesar 18,74%. Hal ini membuktikan bahwa sektor pertanian masih menjadi andalan pertumbuhan ekonomi disamping sektor jasa-jasa dan sektor perdagangan, hotel dan restoran. Sampai dengan realisasi tahun 2012 PDRB ADHB Kabupaten Pacitan sebesar Rp.4.197 milyar dengan komposisi per sektor yang relatif sama dengan tahun dasar 2010
-         



PDRB Atas Dasar Harga Konstan
PDRB ADHKadalah pertumbuhan riil yang tidak terpengaruhi oleh unsur kenaikan harga atau inflasi. PDRB ADHK tahun 2010 sebesar Rp.1.548 milyar tumbuh sebesar 6,53% dibanding tahun 2009 yaitu sebesar Rp.1.453 milyar. Realisasi tahun 2012 menunjukkan PDRB ADHB Kabupaten Pacitan meningkat menjadi Rp.1.762 milyar. Berikut disajikan perkembangan PDRB ADHK Kabupaten Pacitan sebagaimana tabel.
-          PDRB Per Kapita
Berdasarkan data BPS Kabupaten Pacitan, PDRB per kapita merupakan hasil perhitungan PDRB dibagi jumlah penduduk pertengahan tahun. PDRB per kapita Kabupaten Pacitan selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008 sebesar Rp.4.810.382,32 dan pada tahun 2009 meningkat menjadi sebesar Rp.5.345.643,42 sementara pada tahun 2010 meningkat menjadi Rp.6.199.533,97. Sedangkan realisasi tahun 2011 Rp.6.404.282,47 dan tahun 2012 sebesar Rp.7.198.872,06.
-          Laju Inflasi
Laju inflasi adalah prosentase tingkat kenaikan harga sejumlah barang dan jasa yang secara umum dikonsumsi rumah tangga. Secara umum, hitungan perubahan harga tersebut tercakup dalam suatu indeks harga yaitu Indeks Harga Konsumen (IHK). Pada tahun 2008 angka inflasi mencapai angka tertinggi selama kurun waktu 4 (empat) tahun, hal ini disebabkan oleh krisis keuangan global sehingga mempengaruhi faktor-faktor ekonomi daerah.
-          Infrastruktur Perdagangan Daerah
Dalam menunjang perekonomian daerah telah dibangun pasar-pasar daerah. Lebih jelasnya, jumlah pasar daerah sampai dengan tahun 2012 sebagaimana terdapat pada tabel berikut ini:
Berdasarkandata pasar daerah Kabupaten Pacitan,realisasi penerimaan pasar pada tahun 2009 sebesar Rp.1.397.171.350,00 dan pada tahun dasar 2010 sebesar Rp.1.824.407.900,00 atau memberikan kontribusi terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah) sebesar 5,05% pada tahun PEMERINTAH KAB. PACITAN | Perubahan RPJMD 2011 - 2016 26
2009 dan tahun 2010 naik menjadi sebesar 6,19%. Sedangkan tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 10,70%
-          Penduduk Miskin
Masalah kemiskinan di Kabupaten Pacitan sangat berkaitan dengan masalah pengangguran dan kesempatan kerja. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Pacitan terus mengalami penurunan, meskipun demikian angka kemiskinan Kabupaten Pacitan masih berada diatas angka kemiskinan Provinsi Jawa Timur maupun Nasional. Pada tahun 2008 angka kemiskinan Kabupaten Pacitan tercatat sebesar 21,17% dan tahun 2009 terus berkurang seiring dengan intervensi program yang langsung menyentuh pada masyarakat miskin yaitu sebanyak 19,01% sedangkan tahun 2010 mengalami kenaikan prosentase penduduk miskin sebesar 19,50% dan pada tahun 2011 dan 2012 terus mengalami penurunan 18,13% dan 17,07%.
-          Tingkat Pengangguran Terbuka         
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pacitan telah menunjukkan adanya kenaikan, khususnya pada tahun 2009 berkorelasi positif dengan terciptanya lapangan kerja serta menurunnya jumlah pengangguran terbuka. Pada tahun 2006 pengangguran terbuka sebesar 6,91%, mengalami penurunan yang cukup signifikan pada tahun 2007 yaitu 2,72% dan pada tahun 2008 mengalami kenaikan menjadi 3,10%. Pada tahun 2009 tingkat pengangguran terbuka 1,32% dan menurun pada tahun 2010 menjadi sebesar 0,87%. Sedangkan realisasi 2011 tingkat pengangguran terbuka meningkat menjadi 2,7% dan pada tahun 2012 kembali menurun sebesar 1,16%.
-          Indeks Pembangunan Manusia
IPM Kabupaten Pacitan terus mengalami kenaikan, hal tersebut sangat menggembirakan bahwa dampak pembangunan diberbagai bidang memberikan kinerja yang baik dan memberi gambaran bahwa kualitas pembangunan manusia semakin tahun semakin baik. Ini dapat dilihat dari data tahun 2006 yaitu sebesar 69,78, tahun 2007 menjadi sebesar 70,48, tahun 2008 meningkat menjadi sebesar 70,91, tahun 2009 meningkat menjadi sebesar 71,45 dan tahun 2010 meningkat lagi menjadi sebesar 72,07.
Grafik.G-II.2
Perkembangan IPM Kabupaten Pacitan

Sumber: LKPJ Kab. Pacitan Tahun 2013

Kesejahteraan Sosial
Pada fokus kesejahteraan sosial dijelaskan tentang indikator bidang pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan.
-          Pendidikan
Angka Partisipasi Kasar (APK) menunjukkan proporsi anak sekolah pada suatu jenjang pendidikan dalam kelompok sesuai jenjang pendidikan tersebut. Sedangkan Angka Partisipasi Murni (APM) menunjukkan proporsi anak sekolah pada suatu kelompok usia tertentu yang bersekolah pada tingkat yang sesuai dengan kelompok umurnya. APK dan APM di Kabupaten Pacitan pada masing-masing jenjang pendidikan dapat dijelaskan sebagai berikut: APK untuk SD/MI 105% pada tahun 2006 dan mengalami perubahan menjadi 103,15% pada tahun 2010. Sementara APK untuk SD/MI pada realisasi tahun 2012 sebesar 103,11%. Sedangkan untuk SMP/MTS 91,97% pada tahun 2006, menjadi 97,00% pada tahun 2010, dan untuk realisasi tahun 2012 menjadi 97,34%. Untuk SMA/MA/SMK tahun 2006 49,43% dan pada tahun 2010 menjadi 67,15%. Sementara untuk APK SMA/MA/SMK pada realisasi 2012 menjadi 68,35%. APM penduduk usia SD/MI tahun 2006 sebesar 93,85% dan tahun 2010 menjadi 98,87%. Pada realisasi tahun 2012 menjadi 98,91%. Sedangkan untuk SMP/MTS 72,67% tahun 2006, menjadi 81,58% pada tahun 2010, dan pada realisasi tahun 2012 menjadi 82,7%. Untuk SMA/MA/SMK tahun 2006 35,63% sementara pada tahun 2010 menjadi 53,05%, dan pada realisasi 2012 menjadi 55,35%. Kedepan, yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah Program PAUD dan Program Pendidikan Menengah utamanya SMK. Hal ini terlihat pada APK dan APM kedua jenjang tersebut masih rendah. Untuk sebaran APK per kecamatan realisasi tahun 2012 adalah sebagai berikut
Tabel.T-II.6
Perkembangan Kinerja Bidang Pendidikan
Tahun 2009 s/d 2013
NO
PROGRAM
INDIKATOR CAPAIAN PROGRAM
SATUAN
REALISASI
2009
2010
2011
2012
2013
1
Program Pendidikan Anak Usia Dini
1
APK PAUD
%
41,15
41,18
45,04
52,63
53,15

2
APK TK
%
38,55
40,13
42
50,85
51,65
2
Program Pendidikan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun
1
APK SD/MI
%
103,52
103,10
103,1
103,11
103,1


APK SMP/MTs
%
96,90
97,00
97,25
97,34
97,45

2
APM SD/MI
%
98,67
98,87
98,89
98,91
98,91


APM SMP/MTs
%
81,44
81,57
82,5
82,7
82,83

3
Angka Putus Sekolah SD/ MI
%
0,00
0,00
0
0,18
0,06



Angka Putus Sekolah SMP/MTs
%
0,51
0,47
0,13
0,66
0,56
4
Angka Lulusan SD/MI
%
100,00
100,00
100
98,49
99,40


Angka Lulusan SMP/MTs
%
99,81
99,87
99,85
99,46
99,83
3
Program Pendidikan Menengah
1
APK SMA/MA/SMK/paket C
%
66,24
67,15
68,05
68,35
69,09

2
APM SMA/MA/SMK/paket C
%
52,57
53,05
54,5
55,35
55,56


3
Angka Putus Sekolah
%
0,62
0,60
0,3
0,98
0,79


4
Angka Lulusan
%
99,79
99,79
99,79
99,87
99,87
4
Program Pendidikan Non Formal
1
% garapan kejar paket A
%
97,00
98,75
98,83
98,88
98,89


2
% garapan kejar paket B
%
88,00
90,00
91,33
91,42
91,45
3
% garapan kejar paket C
%
88,00
90,00
91,13
91,24
91,27

4
% Peningkatan Angka Melek Huruf
%
100,00
100,00
100
100
100
5.
Program Pendidikan Luar biasa
1
% Jml Sarana Prasarana SLB yang tersedia
%
50,00
55,00
59,85
64,25
65,72

2
% Kebutuhan perlengkapan sekolah
%
49,53
55,00
61,73
65
68
Sumber: Dinas Pendidikan Kab. Pacitan
-          Kesehatan
Pembangunan Kesehatan merupakan salah satu upaya Pembangunan Nasional yang diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Pembangunan kesehatan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah, swasta dan masyarakat. Hal ini dikarenakan kondisi derajat kesehatan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu perilaku masyarakat, lingkungan, pelayanan kesehatan dan faktor genetika.
Tabel.T-II.7
Indikator Derajat Kesehatan Kabupaten Pacitan
Tahun 2009 s/d 2013
NO
INDIKATOR
TAHUN
2009
2010
2011
2012
2013
1
Angka Harapan Hidup (AHH)
71,04
71,26
71,48
71,69
71,71
2
Angka Kematian Ibu (AKI) per 100.000 Kelahiran Hidup
79,57
128,93
105,17
95,01
133,03
3
Angka Kematian Bayi (AKB) per 1000 kelahiran hidup (permil)
14,06
12,38
11,57
11,40
9,98
4
Gizi Buruk %
0,55
0,13
0,14
0,15
0,03
Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Pacitan
Penyelenggaraan pembangunan kesehatan di Kabupaten Pacitan secara garis besar meliputi program Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang harus dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan sehingga percepatan perwujudan tujuan dari pembangunan kesehatan segera dapat direalisasikan. Dalam rangka pelayanan kesehatan dasar perlu diprioritaskan bagi penduduk yang kurang mampu, baik yang masuk dalam kuota maupun non kuota dengan pendataan penduduk yang lebih baik. Kinerja pembangunan bidang kesehatan dapat diukur melalui beberapa aspek antara lain angka harapan hidup, angka kematian ibu, angka kematian bayi serta gizi buruk. Pemeliharaan dan perawatan kesejahteraan ibu dan anak-anak sejak usia dini, merupakan suatu strategi dalam upaya pemenuhan pelayanan dasar yang meliputi peningkatan derajat kesehatan dan gizi yang baik, lingkungan yang sehat dan aman, pengembangan psikososial/emosi, kemampuan berbahasa dan pengembangan kemampuan kognitif (daya pikir dan daya cipta) serta perlindungan anak
Tabel.T-II.8
Jenis dan Jumlah Sarana Prasarana Kesehatan
Kabupaten Pacitan Tahun 2009 s/d 2013
NO
URAIAN
TAHUN
2009
2010
2011
2012
2013
1
RS (Permerintah & Swasta)
1
1
1
1
1
2
RS Bersalin
0
0
2
2
2
3
Puskesmas Rawat Jalan
20
16
15
13
11
4
Puskesmas Rawat Inap
4
4
4
11
13
5
Puskesmas pembantu
54
54
54
54
54
6
Polindes/Poskesdes
98
62/64
62/65
58/73
55/78
7
Posyandu
792
796
799
804
809
8
Apotek
18
21
21
25
28
9
Balai Pengobatan Swasta/ Klinik Pengobatan
2
7
9
9
8
10
Dokter Praktek Swasta
75
97
101
103
103
11
Bidan Praktek Swasta
109
109
109
156
181
Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Pacitan
-          Pertanahan
Prosentase luas lahan bersertifikat adalah proporsi jumlah luas lahan bersertifikat (HGB, HGU, HM, HPL) terhadap luas wilayah daratan. Indikator pertanahan ini bertujuan untuk mengetahui tertib administrasi sebagai kepastian dalam kepemilikan. Hak Milik (HM) merupakan hak turun-menurun, terkuat dan terpenuh yang dapatdipunyai orang atas tanah. Sifat-sifat hak milik yang membedakannya dengan hak-hak lainnya adalah hak yang “terkuat dan terpenuh”, maksudnya untuk menunjukkan bahwa diantara hak-hak atas tanah yang dipunyai orang, hak miliklah yang paling kuat dan penuh. Hak Guna Usaha (HGU) adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh negara dalam jangka waktu paling lama 25 tahun. Hak Guna Usaha merupakan hak khusus untuk mengusahakan tanah yang bukan miliknya sendiri guna perusahaan, pertanian, perikanan dan peternakan. Hak Guna Bangunan (HGB) adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan- bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri, dengan jangka waktu paling lama 30 tahun. Tidak mengenai tanah pertanian, oleh karena itu dapat diberikan atas tanah yang dikuasai langsung oleh negara maupun tanah milik seseorang.
Hak Pengelolaan Lahan (HPL) adalah hak untuk mengelola lahan yang hanya diberikan atas tanah negara yang dikuasai oleh Badan Pemerintah, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
-          Ketanakerjaan
bahwa pada tahun 2006, prosentase penduduk yang bekerja sebesar 96%, meningkat menjadi 99% pada tahun 2010. Sedangkan prosentase penduduk yang bekerja pada realisasi tahun 2011 menurun menjadi 97% dan meningkat kembali pada tahun 2012 menjadi 99%.
-          Seni Budaya dan Olah Raga
Perkembangan seni budaya di Kabupaten Pacitan belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan yang kita harapkan, PEMERINTAH KAB. PACITAN | Perubahan RPJMD 2011 - 2016 39 mengingat belum adanya gedung kesenian yang representatif. Selama ini yang digunakan untuk gelar seni di Kabupaten Pacitan berada di alun-alun dan gedung Gasibu Swadaya. Untuk menjaga kekayaan seni dan budaya daerah maka harus ada upaya untuk memelihara keberadaannya melalui pelaksanaan even budaya dan pemeliharaan cagar budaya. Kabupaten Pacitan telah berpartisipasi mengikuti gelar seni budaya di luar daerah. Pada tahun 2008 sebanyak 6 kali gelar seni, tahun 2009 sebanyak 6 kali, dan pada tahun 2010 sebanyak 5 kali. Di bidang kebudayaan yang dimiliki diintegrasikan dengan potensi pariwisata yang ada sehingga menjadikan Kabupaten Pacitan sebagai tujuan pariwisata lokal, regional maupun nasional. Untuk mengetahui kekayaan kesenian dan budaya tersebut dapat dilihat sebagaimana tabel berikut.
       Tabel.T-II.9
Jenis Kesenian dan Kepurbakalaan di Kabupaten Pacitan
NO
KESENIAN
JENIS
JUMLAH
A
SENI TRADISIONAL DAERAH

1
Seni Pertunjukan Rakyat
Wayang orang
1 group



Ketoprak
1 group



Sandiwara
1 group



Jaranan
28 group



Tradisional / modern
12 group

2
Sanggar seni
Tari
6 buah



Karawitan
4 buah



Rupa/lukis
3 buah



Etnik
1 buah



Modeling dan dekorasi
1 buah



Rias pengantin
38 buah

3
Seni Pedalangan
Wayang kulit
115 orang



Wayang beber
1  orang



Waranggono/sinden
28 orang

4
Musik tradisional
Oglor
41 group



Slawatan
27 group



Hadrah
8 group



Campursari
5 group
B
SENI UNGGULAN


Upacara adat
9 kelompok


Tari kethek ogleng
1 kelompok


Tari eklek
1 kelompok


Tari senthewere
1 kelompok
C
KESENIAN NASIONAL


Orkes melayu
6 group


Orkes keroncong
5 group


Band
24 group
D
KEPURBAKALAAN


Bangunan museum
1 buah


Situs/prasejarah
360 lokasi
Sumber : Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kab. Pacitan

1 komentar: