Laju
pertumbuhan penduduk di Kabupaten Pacitan antara hasil Sensus Penduduk tahun
2000 (SP2000) dan hasil Sensus Penduduk tahun 2010 (SP2010) atau selama kurun
waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir adalah sebesar 0,28%. Hal ini masih relatif
rendah apabila dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk Jawa Timur yang
sebesar 0,75% dan Nasional sebesar 1,49%. Laju pertumbuhan kesejahteraan
masyarakat tidak selalu tergantung pada pertumbuhan ekonomi, akan tetapi juga
dipengaruhi oleh laju pertumbuhan penduduk. Jumlah penduduk di Kabupaten
Pacitan pada tahun 2008 sebanyak 557.029 jiwa yang terdiri dari laki-laki
273.884 jiwa dan perempuan 283.145 jiwa, sementara pada tahun 2009 berjumlah
558.644 jiwa dan dari hasil SP2010 jumlah penduduk Kabupaten Pacitan tahun 2010
tercatat sebesar 540.881 jiwa yang terdiri dari 264.112 laki-laki dan 276.769
perempuan. Distribusi penduduk di Kabupaten Pacitan berdasarkan hasil SP2010
terbesar berada di Kecamatan Tulakan yaitu sebesar 14,30%, yang di ikuti oleh
Kecamatan Pacitan sebesar 13,5% sementara distribusi terkecil adalah Kecamatan
Pringkuku sebesar 5,49% dan Kecamatan Sudimoro yaitu sebesar 5,55%.
Rasio
ketergantungan total pada tahun dasar 2010 di Kabupaten Pacitan sebesar 51,29,
yang artinya bahwa setiap 100 orang yang berusia kerja (dianggap produktif)
mempunyai tanggungan sebanyak 51 orang yang belum produktif dan dianggap tidak
produktif lagi. Rasio sebesar 51,29 ini disumbangkan oleh rasio ketergantungan
penduduk muda sebesar 33,52, dan rasio ketergantungan penduduk tua sebesar
17,77.
Jika
dibandingkan dengan data hasil SP2000 bulan Juni yang jumlah penduduknya
sebanyak 525.758 jiwa, maka selama satu dekade jumlah penduduk Kabupaten
Pacitan bertambah sebanyak 15.123 jiwa atau mencatat laju pertumbuhan penduduk
rata-rata sekitar 0,28% per tahun. Adanya perbedaan jumlah berdasarkan hasil SP2010
dibandingkan dengan hasil estimasi data jumlah penduduk tahun 2006 s/d 2009
pada survei BPS (Susenas), dimungkinkan pada saat dilakukan SP2010 banyak
penduduk yang secara de facto berada di luar Kabupaten Pacitan.
Sedangkan pertumbuhan penduduk selama 2 (dua) tahun terakhir ini sebesar 0,23%.
Aspek Kesejahteraan Masyarakat
Jika
dibandingkan dengan data hasil SP2000 bulan Juni yang jumlah penduduknya
sebanyak 525.758 jiwa, maka selama satu dekade jumlah penduduk Kabupaten
Pacitan bertambah sebanyak 15.123 jiwa atau mencatat laju pertumbuhan penduduk
rata-rata sekitar 0,28% per tahun. Adanya perbedaan jumlah berdasarkan hasil
SP2010 dibandingkan dengan hasil estimasi data jumlah penduduk tahun 2006 s/d 2009
pada survei BPS (Susenas), dimungkinkan pada saat dilakukan SP2010 banyak
penduduk yang secara de facto berada di luar Kabupaten Pacitan.
Sedangkan pertumbuhan penduduk selama 2 (dua) tahun terakhir ini sebesar 0,23%.
Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
Pada fokus kesejahteraan dan
pemerataan ekonomi dijelaskan indikator tentang pertumbuhan ekonomi, PDRB Atas
Dasar Harga Berlaku (ADHB), PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK), PDRB per
kapita, Laju inflasi, infrastruktur perdagangan daerah, penduduk miskin,
tingkat pengangguran dan Indeks Pembangunan Manunsia (IPM).
-
Pertumbuhan
Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi riil atau
biasa disebut sebagai pertumbuhan ekonomi merupakan besarnya tingkat kenaikan
nilai PDRB ADHK. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pacitan selama periode tahun
2006 s/d 2009 terus mengalami peningkatan masing-masing sebesar 4,27% pada
tahun 2006, tahun 2007 sebesar 5,16% dan tahun 2008 sebesar 5,57% serta tahun
2009 sebesar 6,07%. Sementara untuk tahun dasar 2010 mengalami peningkatan
menjadi 6,53%. Sementara itu, sampai dengan realisasi tahun 2012 pertumbuhan
ekonomi Kabupaten Pacitan sebesar 6,73%.
Hal ini menunjukkan adanya
perbaikan perekonomian seiring dengan meningkatnya iklim investasi yang
didukung stabilitas ekonomi yang semakin baik. Adapun trend pertumbuhan
ekonomi dibandingkan dengan provinsi tahun 2006 s/d tahun 2010 adalah
sebagaimana grafik berikut:
-
PDRB Atas
Dasar Harga Berlaku
PDRB ADHB merupakan salah satu indikator
ekonomi yang memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai produk barang dan
jasa yang diproduksi di suatu wilayah tertentu. Adapun pencapaian PDRB ADHB
dengan masing-masing sektor di Kabupaten Pacitan adalah sebagai berikut:
PDRB ADHB
tahun 2010 sebesar Rp.3.353 milyar tumbuh 12,29% dibanding tahun 2009 sebesar
Rp.2.986 milyar, dengan nilai tambah bruto terbesar disumbangkan oleh sektor
pertanian sebesar 38,04%, sektor pertambangan dan penggalian sebesar 3,33%,
sektor industri pengolahan sebesar 3,82%, sektor listrik, gas dan air bersih
sebesar 1,12%, sektor bangunan/konstruksi sebesar 8,18%, sektor perdagangan,
hotel dan restoran sebesar 12,34%, sektor angkutan dan komunikasi sebesar
6,58%, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 7,86% dan sektor
jasa-jasa sebesar 18,74%. Hal ini membuktikan bahwa sektor pertanian masih
menjadi andalan pertumbuhan ekonomi disamping sektor jasa-jasa dan sektor
perdagangan, hotel dan restoran. Sampai dengan realisasi tahun 2012 PDRB ADHB
Kabupaten Pacitan sebesar Rp.4.197 milyar dengan komposisi per sektor yang
relatif sama dengan tahun dasar 2010
-
PDRB Atas Dasar Harga Konstan
PDRB ADHKadalah pertumbuhan riil
yang tidak terpengaruhi oleh unsur kenaikan harga atau inflasi. PDRB ADHK tahun
2010 sebesar Rp.1.548 milyar tumbuh sebesar 6,53% dibanding tahun 2009 yaitu
sebesar Rp.1.453 milyar. Realisasi tahun 2012 menunjukkan PDRB ADHB Kabupaten
Pacitan meningkat menjadi Rp.1.762 milyar. Berikut disajikan perkembangan PDRB
ADHK Kabupaten Pacitan sebagaimana tabel.
-
PDRB Per
Kapita
Berdasarkan data BPS Kabupaten Pacitan, PDRB per kapita merupakan
hasil perhitungan PDRB dibagi jumlah penduduk pertengahan tahun. PDRB per
kapita Kabupaten Pacitan selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada
tahun 2008 sebesar Rp.4.810.382,32 dan pada tahun 2009 meningkat menjadi
sebesar Rp.5.345.643,42 sementara pada tahun 2010 meningkat menjadi
Rp.6.199.533,97. Sedangkan realisasi tahun 2011 Rp.6.404.282,47 dan tahun 2012
sebesar Rp.7.198.872,06.
-
Laju Inflasi
Laju inflasi adalah prosentase tingkat kenaikan harga sejumlah
barang dan jasa yang secara umum dikonsumsi rumah tangga. Secara umum, hitungan
perubahan harga tersebut tercakup dalam suatu indeks harga yaitu Indeks Harga
Konsumen (IHK). Pada tahun 2008 angka inflasi mencapai angka tertinggi selama
kurun waktu 4 (empat) tahun, hal ini disebabkan oleh krisis keuangan global
sehingga mempengaruhi faktor-faktor ekonomi daerah.
-
Infrastruktur
Perdagangan Daerah
Dalam menunjang perekonomian daerah telah
dibangun pasar-pasar daerah. Lebih jelasnya, jumlah pasar daerah sampai dengan
tahun 2012 sebagaimana terdapat pada tabel berikut ini:
Berdasarkandata pasar daerah Kabupaten
Pacitan,realisasi penerimaan pasar pada tahun 2009 sebesar Rp.1.397.171.350,00
dan pada tahun dasar 2010 sebesar Rp.1.824.407.900,00 atau memberikan
kontribusi terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah) sebesar 5,05% pada tahun PEMERINTAH
KAB. PACITAN | Perubahan RPJMD 2011 - 2016 26
2009 dan
tahun 2010 naik menjadi sebesar 6,19%. Sedangkan tahun 2012 mengalami kenaikan
sebesar 10,70%
-
Penduduk
Miskin
Masalah kemiskinan di Kabupaten Pacitan sangat berkaitan dengan
masalah pengangguran dan kesempatan kerja. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten
Pacitan terus mengalami penurunan, meskipun demikian angka kemiskinan Kabupaten
Pacitan masih berada diatas angka kemiskinan Provinsi Jawa Timur maupun
Nasional. Pada tahun 2008 angka kemiskinan Kabupaten Pacitan tercatat sebesar
21,17% dan tahun 2009 terus berkurang seiring dengan intervensi program yang
langsung menyentuh pada masyarakat miskin yaitu sebanyak 19,01% sedangkan tahun
2010 mengalami kenaikan prosentase penduduk miskin sebesar 19,50% dan pada
tahun 2011 dan 2012 terus mengalami penurunan 18,13% dan 17,07%.
-
Tingkat
Pengangguran Terbuka
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pacitan telah menunjukkan adanya
kenaikan, khususnya pada tahun 2009 berkorelasi positif dengan terciptanya
lapangan kerja serta menurunnya jumlah pengangguran terbuka. Pada tahun 2006
pengangguran terbuka sebesar 6,91%, mengalami penurunan yang cukup signifikan
pada tahun 2007 yaitu 2,72% dan pada tahun 2008 mengalami kenaikan menjadi
3,10%. Pada tahun 2009 tingkat pengangguran terbuka 1,32% dan menurun pada
tahun 2010 menjadi sebesar 0,87%. Sedangkan realisasi 2011 tingkat pengangguran
terbuka meningkat menjadi 2,7% dan pada tahun 2012 kembali menurun sebesar
1,16%.
-
Indeks
Pembangunan Manusia
IPM Kabupaten Pacitan terus mengalami
kenaikan, hal tersebut sangat menggembirakan bahwa dampak pembangunan
diberbagai bidang memberikan kinerja yang baik dan memberi gambaran bahwa
kualitas pembangunan manusia semakin tahun semakin baik. Ini dapat dilihat dari
data tahun 2006 yaitu sebesar 69,78, tahun 2007 menjadi sebesar 70,48, tahun
2008 meningkat menjadi sebesar 70,91, tahun 2009 meningkat menjadi sebesar
71,45 dan tahun 2010 meningkat lagi menjadi sebesar 72,07.
Perkembangan IPM Kabupaten Pacitan
Sumber: LKPJ Kab. Pacitan Tahun 2013
Kesejahteraan Sosial
Pada fokus
kesejahteraan sosial dijelaskan tentang indikator bidang pendidikan, kesehatan
dan ketenagakerjaan.
-
Pendidikan
Angka
Partisipasi Kasar (APK) menunjukkan proporsi anak sekolah pada suatu jenjang
pendidikan dalam kelompok sesuai jenjang pendidikan tersebut. Sedangkan Angka
Partisipasi Murni (APM) menunjukkan proporsi anak sekolah pada suatu kelompok
usia tertentu yang bersekolah pada tingkat yang sesuai dengan kelompok umurnya.
APK dan APM di Kabupaten Pacitan pada masing-masing jenjang pendidikan dapat
dijelaskan sebagai berikut: APK untuk SD/MI 105% pada tahun 2006 dan mengalami
perubahan menjadi 103,15% pada tahun 2010. Sementara APK untuk SD/MI pada
realisasi tahun 2012 sebesar 103,11%. Sedangkan untuk SMP/MTS 91,97% pada tahun
2006, menjadi 97,00% pada tahun 2010, dan untuk realisasi tahun 2012 menjadi
97,34%. Untuk SMA/MA/SMK tahun 2006 49,43% dan pada tahun 2010 menjadi 67,15%.
Sementara untuk APK SMA/MA/SMK pada realisasi 2012 menjadi 68,35%. APM penduduk
usia SD/MI tahun 2006 sebesar 93,85% dan tahun 2010 menjadi 98,87%. Pada
realisasi tahun 2012 menjadi 98,91%. Sedangkan untuk SMP/MTS 72,67% tahun 2006,
menjadi 81,58% pada tahun 2010, dan pada realisasi tahun 2012 menjadi 82,7%.
Untuk SMA/MA/SMK tahun 2006 35,63% sementara pada tahun 2010 menjadi 53,05%,
dan pada realisasi 2012 menjadi 55,35%. Kedepan, yang menjadi perhatian
pemerintah daerah adalah Program PAUD dan Program Pendidikan Menengah utamanya
SMK. Hal ini terlihat pada APK dan APM kedua jenjang tersebut masih rendah.
Untuk sebaran APK per kecamatan realisasi tahun 2012 adalah sebagai berikut
Tabel.T-II.6
Perkembangan Kinerja Bidang Pendidikan
Tahun 2009 s/d 2013
|
NO
|
PROGRAM
|
INDIKATOR CAPAIAN PROGRAM
|
SATUAN
|
REALISASI
|
|||||
|
2009
|
2010
|
2011
|
2012
|
2013
|
|||||
|
1
|
Program Pendidikan Anak Usia Dini
|
1
|
APK PAUD
|
%
|
41,15
|
41,18
|
45,04
|
52,63
|
53,15
|
|
|
2
|
APK TK
|
%
|
38,55
|
40,13
|
42
|
50,85
|
51,65
|
|
|
2
|
Program Pendidikan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun
|
1
|
APK SD/MI
|
%
|
103,52
|
103,10
|
103,1
|
103,11
|
103,1
|
|
|
|
APK SMP/MTs
|
%
|
96,90
|
97,00
|
97,25
|
97,34
|
97,45
|
|
|
|
2
|
APM SD/MI
|
%
|
98,67
|
98,87
|
98,89
|
98,91
|
98,91
|
|
|
|
|
APM SMP/MTs
|
%
|
81,44
|
81,57
|
82,5
|
82,7
|
82,83
|
|
|
|
3
|
Angka Putus Sekolah SD/ MI
|
%
|
0,00
|
0,00
|
0
|
0,18
|
0,06
|
|
|
|
|
Angka Putus Sekolah SMP/MTs
|
%
|
0,51
|
0,47
|
0,13
|
0,66
|
0,56
|
|
|
4
|
Angka Lulusan SD/MI
|
%
|
100,00
|
100,00
|
100
|
98,49
|
99,40
|
||
|
|
|
Angka Lulusan SMP/MTs
|
%
|
99,81
|
99,87
|
99,85
|
99,46
|
99,83
|
|
|
3
|
Program Pendidikan Menengah
|
1
|
APK SMA/MA/SMK/paket C
|
%
|
66,24
|
67,15
|
68,05
|
68,35
|
69,09
|
|
|
2
|
APM SMA/MA/SMK/paket C
|
%
|
52,57
|
53,05
|
54,5
|
55,35
|
55,56
|
|
|
|
|
3
|
Angka Putus Sekolah
|
%
|
0,62
|
0,60
|
0,3
|
0,98
|
0,79
|
|
|
|
4
|
Angka Lulusan
|
%
|
99,79
|
99,79
|
99,79
|
99,87
|
99,87
|
|
4
|
Program Pendidikan Non Formal
|
1
|
% garapan kejar paket A
|
%
|
97,00
|
98,75
|
98,83
|
98,88
|
98,89
|
|
|
2
|
% garapan kejar paket B
|
%
|
88,00
|
90,00
|
91,33
|
91,42
|
91,45
|
|
|
3
|
% garapan kejar paket C
|
%
|
88,00
|
90,00
|
91,13
|
91,24
|
91,27
|
||
|
|
4
|
% Peningkatan Angka Melek Huruf
|
%
|
100,00
|
100,00
|
100
|
100
|
100
|
|
|
5.
|
Program Pendidikan Luar biasa
|
1
|
% Jml Sarana Prasarana SLB yang tersedia
|
%
|
50,00
|
55,00
|
59,85
|
64,25
|
65,72
|
|
|
2
|
% Kebutuhan perlengkapan sekolah
|
%
|
49,53
|
55,00
|
61,73
|
65
|
68
|
|
Sumber: Dinas Pendidikan Kab. Pacitan
-
Kesehatan
Pembangunan
Kesehatan merupakan salah satu upaya Pembangunan Nasional yang diarahkan guna
tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk
agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Pembangunan kesehatan
adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah, swasta dan masyarakat.
Hal ini dikarenakan kondisi derajat kesehatan sangat dipengaruhi oleh berbagai
faktor yaitu perilaku masyarakat, lingkungan, pelayanan kesehatan dan faktor
genetika.
Tabel.T-II.7
Indikator Derajat
Kesehatan Kabupaten Pacitan
Tahun 2009 s/d 2013
|
NO
|
INDIKATOR
|
TAHUN
|
||||
|
2009
|
2010
|
2011
|
2012
|
2013
|
||
|
1
|
Angka Harapan Hidup (AHH)
|
71,04
|
71,26
|
71,48
|
71,69
|
71,71
|
|
2
|
Angka Kematian Ibu (AKI) per 100.000 Kelahiran Hidup
|
79,57
|
128,93
|
105,17
|
95,01
|
133,03
|
|
3
|
Angka Kematian Bayi (AKB) per 1000 kelahiran hidup (permil)
|
14,06
|
12,38
|
11,57
|
11,40
|
9,98
|
|
4
|
Gizi Buruk %
|
0,55
|
0,13
|
0,14
|
0,15
|
0,03
|
Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Pacitan
Penyelenggaraan
pembangunan kesehatan di Kabupaten Pacitan secara garis besar meliputi program
Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang harus dilaksanakan secara terpadu dan
berkesinambungan sehingga percepatan perwujudan tujuan dari pembangunan
kesehatan segera dapat direalisasikan. Dalam rangka
pelayanan kesehatan dasar perlu diprioritaskan bagi penduduk yang kurang mampu,
baik yang masuk dalam kuota maupun non kuota dengan pendataan penduduk yang
lebih baik. Kinerja pembangunan bidang kesehatan dapat diukur melalui beberapa
aspek antara lain angka harapan hidup, angka kematian ibu, angka kematian bayi
serta gizi buruk. Pemeliharaan dan perawatan kesejahteraan ibu dan anak-anak
sejak usia dini, merupakan suatu strategi dalam upaya pemenuhan pelayanan dasar
yang meliputi peningkatan derajat kesehatan dan gizi yang baik, lingkungan yang
sehat dan aman, pengembangan psikososial/emosi, kemampuan berbahasa dan
pengembangan kemampuan kognitif (daya pikir dan daya cipta) serta perlindungan
anak
Tabel.T-II.8
Jenis
dan Jumlah Sarana Prasarana Kesehatan
Kabupaten
Pacitan Tahun 2009 s/d 2013
|
NO
|
URAIAN
|
TAHUN
|
||||
|
2009
|
2010
|
2011
|
2012
|
2013
|
||
|
1
|
RS (Permerintah & Swasta)
|
1
|
1
|
1
|
1
|
1
|
|
2
|
RS Bersalin
|
0
|
0
|
2
|
2
|
2
|
|
3
|
Puskesmas Rawat Jalan
|
20
|
16
|
15
|
13
|
11
|
|
4
|
Puskesmas Rawat Inap
|
4
|
4
|
4
|
11
|
13
|
|
5
|
Puskesmas pembantu
|
54
|
54
|
54
|
54
|
54
|
|
6
|
Polindes/Poskesdes
|
98
|
62/64
|
62/65
|
58/73
|
55/78
|
|
7
|
Posyandu
|
792
|
796
|
799
|
804
|
809
|
|
8
|
Apotek
|
18
|
21
|
21
|
25
|
28
|
|
9
|
Balai Pengobatan Swasta/ Klinik Pengobatan
|
2
|
7
|
9
|
9
|
8
|
|
10
|
Dokter Praktek Swasta
|
75
|
97
|
101
|
103
|
103
|
|
11
|
Bidan Praktek Swasta
|
109
|
109
|
109
|
156
|
181
|
Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Pacitan
-
Pertanahan
Prosentase luas lahan bersertifikat adalah proporsi jumlah luas
lahan bersertifikat (HGB, HGU, HM, HPL) terhadap luas wilayah daratan.
Indikator pertanahan ini bertujuan untuk mengetahui tertib administrasi sebagai
kepastian dalam kepemilikan. Hak Milik (HM) merupakan hak turun-menurun,
terkuat dan terpenuh yang dapatdipunyai orang atas tanah. Sifat-sifat hak milik
yang membedakannya dengan hak-hak lainnya adalah hak yang “terkuat dan
terpenuh”, maksudnya untuk menunjukkan bahwa diantara hak-hak atas tanah yang
dipunyai orang, hak miliklah yang paling kuat dan penuh. Hak Guna Usaha (HGU)
adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh negara dalam
jangka waktu paling lama 25 tahun. Hak Guna Usaha merupakan hak khusus untuk
mengusahakan tanah yang bukan miliknya sendiri guna perusahaan, pertanian,
perikanan dan peternakan. Hak Guna Bangunan (HGB) adalah hak untuk mendirikan
dan mempunyai bangunan- bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri, dengan
jangka waktu paling lama 30 tahun. Tidak mengenai tanah pertanian, oleh karena
itu dapat diberikan atas tanah yang dikuasai langsung oleh negara maupun tanah
milik seseorang.
Hak Pengelolaan Lahan (HPL) adalah hak untuk mengelola lahan yang
hanya diberikan atas tanah negara yang dikuasai oleh Badan Pemerintah, BUMN
(Badan Usaha Milik Negara) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
-
Ketanakerjaan
bahwa pada tahun 2006, prosentase penduduk yang bekerja sebesar
96%, meningkat menjadi 99% pada tahun 2010. Sedangkan prosentase penduduk yang
bekerja pada realisasi tahun 2011 menurun menjadi 97% dan meningkat kembali
pada tahun 2012 menjadi 99%.
-
Seni Budaya
dan Olah Raga
Perkembangan
seni budaya di Kabupaten Pacitan belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan yang
kita harapkan, PEMERINTAH KAB. PACITAN | Perubahan
RPJMD 2011 - 2016 39 mengingat
belum adanya gedung kesenian yang representatif. Selama ini yang digunakan
untuk gelar seni di Kabupaten Pacitan berada di alun-alun dan gedung Gasibu
Swadaya. Untuk menjaga kekayaan seni dan budaya daerah maka harus ada upaya
untuk memelihara keberadaannya melalui pelaksanaan even budaya dan pemeliharaan
cagar budaya. Kabupaten Pacitan telah berpartisipasi mengikuti gelar seni
budaya di luar daerah. Pada tahun 2008 sebanyak 6 kali gelar seni, tahun 2009
sebanyak 6 kali, dan pada tahun 2010 sebanyak 5 kali. Di bidang kebudayaan yang
dimiliki diintegrasikan dengan potensi pariwisata yang ada sehingga menjadikan
Kabupaten Pacitan sebagai tujuan pariwisata lokal, regional maupun nasional.
Untuk mengetahui kekayaan kesenian dan budaya tersebut dapat dilihat
sebagaimana tabel berikut.
Tabel.T-II.9
Jenis Kesenian dan
Kepurbakalaan di Kabupaten Pacitan
|
NO
|
KESENIAN
|
JENIS
|
JUMLAH
|
|
|
A
|
SENI
TRADISIONAL DAERAH
|
|||
|
|
1
|
Seni
Pertunjukan Rakyat
|
Wayang orang
|
1 group
|
|
|
|
|
Ketoprak
|
1 group
|
|
|
|
|
Sandiwara
|
1 group
|
|
|
|
|
Jaranan
|
28 group
|
|
|
|
|
Tradisional /
modern
|
12 group
|
|
|
2
|
Sanggar seni
|
Tari
|
6 buah
|
|
|
|
|
Karawitan
|
4 buah
|
|
|
|
|
Rupa/lukis
|
3 buah
|
|
|
|
|
Etnik
|
1 buah
|
|
|
|
|
Modeling dan
dekorasi
|
1 buah
|
|
|
|
|
Rias pengantin
|
38 buah
|
|
|
3
|
Seni Pedalangan
|
Wayang kulit
|
115 orang
|
|
|
|
|
Wayang beber
|
1 orang
|
|
|
|
|
Waranggono/sinden
|
28 orang
|
|
|
4
|
Musik
tradisional
|
Oglor
|
41 group
|
|
|
|
|
Slawatan
|
27 group
|
|
|
|
|
Hadrah
|
8 group
|
|
|
|
|
Campursari
|
5 group
|
|
B
|
SENI UNGGULAN
|
|||
|
|
|
Upacara adat
|
9 kelompok
|
|
|
|
|
Tari kethek ogleng
|
1 kelompok
|
|
|
|
|
Tari eklek
|
1 kelompok
|
|
|
|
|
Tari senthewere
|
1 kelompok
|
|
|
C
|
KESENIAN NASIONAL
|
|||
|
|
|
Orkes melayu
|
6 group
|
|
|
|
|
Orkes keroncong
|
5 group
|
|
|
|
|
Band
|
24 group
|
|
|
D
|
KEPURBAKALAAN
|
|||
|
|
|
Bangunan museum
|
1 buah
|
|
|
|
|
Situs/prasejarah
|
360 lokasi
|
|
Sumber :
Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kab. Pacitan
Terimakasih.
BalasHapus